Kusiapkan penampilan terbaikku untuknya
Kusiapkan bahan obrolan untuk lebih lama dengannya
Aku siap untuk hari yang istimewa ini
Jabat tangan berakhir
Acara berakhir
Akhir yang akan mengawali kedekatan kita
Diam-diam menunggumu sambil berbincang dengan teman
Seperti tahun-tahun lalu ketika kamu mengajakku berbicara
dan aku tidak punya bahan untuk melanjutkannya
kali ini aku siap
ini saatnya
tidak akan kulewatkan kesempatan ini
Kamu melewati pintu keluar
hatiku mulai berdegup
Kamu melewati jalan dimana tidak ada aku disana
asaku mulai meredup
Ternyata kamu juga bukan pilihan Tuhan untukku
Kemana lagi aku mencarinya?
Wednesday, August 31, 2011
Monday, December 27, 2010
maafkan kenistaanku
Tuhan....
ku yakin engkau mendengar permohonan maaf dari dalam hatiku
astaghfirullahhaladzim
astaghfirullah...
hanya itu yang sanggup ku ucapkan
setiap jantung ini berhenti berdetak didekatnya
setiap setan mendorongku untuk lebih dekat dengannya
maafkan kenistaanku
maafkan kebodohanku
maafkan keinginanku
Airmata ini mungkin hanya kecengenganku
tapi permohonan maafku adalah kesungguhanku
ku yakin engkau mendengar permohonan maaf dari dalam hatiku
astaghfirullahhaladzim
astaghfirullah...
hanya itu yang sanggup ku ucapkan
setiap jantung ini berhenti berdetak didekatnya
setiap setan mendorongku untuk lebih dekat dengannya
maafkan kenistaanku
maafkan kebodohanku
maafkan keinginanku
Airmata ini mungkin hanya kecengenganku
tapi permohonan maafku adalah kesungguhanku
Monday, April 5, 2010
aku tak mengerti arti tangisanku?
wajah ceria menghiasi wajah-wajah sahabatku
akupun mencoba menampakkannya...kuyakin mereka melihatnya
menekan sedalam-dalamnya perasaan tak menentu yang melanda
namun semakin mendekati kota ini keresahan itu kian mendera
ku ambil tempat duduk dibelakang mereka
jangan sampai keresahannku merusak keceriaan perjalanan ini
panas menyengat jalanan bandung yang penuh sesak
matakupun panas menahan tumpahan airmata
kuselimuti otakku dengan kenangan indah dan lucu namun semua menjadi hambar
aku kembali ke kota yang dicintai banyak orang
aku kembali menjejakkan kaki disebuah pelataran masjid
bukan masjid yang dulu tempatku bertemu dengannya
bukan masjid yang dulu kuimpikan menjadi tempat pernikahanku
namun tetap saja kota ini membuat kegelisahaan ini semakin memuncak
aku memilih menyendiri di masjid ini
aku ingin menangis sendiri disini.... tapi seorang teman tak mau beranjak pergi
alunan lagu, cerpen di koran, beragam cerita di opera mini tak dapat membantu
aku tahu kepada siapa musti mengadu
tapi ada seorang teman bersamaku.. dan aku tak mau dia tahu yang kurasakan
hingga akhirnya dia terlelap
mi... terimakasih mendengarkan tangisanku
kamu dan zaf memang selalu marah setiap aku menemukan kegelapan yang sama
tapi selalu dengan penuh cinta kalian memahamiku
aku tidak tahu kenapa harus menangis
aku tidak lagi mencintainya
aku tidak lagi mengharapkannya
tapi Bandung selalu membuatku resah
apakah ini keresahan atas pencarianku?
apakah airmata ini hanya ketakutanku?
hujan mengguyur kota bandung dengan derasnya
berharap semua kegalauan inipun tersapu olehnya
berharap aku dapat kembali lagi ke kota ini tanpa airmata
semoga..
Friday, June 5, 2009
tenung
tidak seperti biasa, obrolan denganmu di awali dengan maaf
menanyakan kehidupan cintaku yang telah lalu
mencari tahu kenapa aku masih saja sendiri
"apakah kamu pernah punya masalah dengan orang sunda?"
aku terhenyak
tidak pernah sekalipun aku berbagi kisah cintaku dengan kakakku
tidak juga berbagi dengan banyak teman kehidupan cintaku
"menurut penerawangan xxxxx ada yang tidak suka sama kamu sehingga sampai saat ini kamu belum juga menikah"
aku tergelak
sedikitpun tidak pernah terlintas ada orang yang menjahatiku
tidak juga dia dari masa laluku
jika ada yang jahat tentunya orang itu adalah suami teman kostan dulu
yang selalu mengirimiku sms cinta
TIDAK
AKU
TIDAK MAU
MEMPERCAYAINYA
terimakasih kakakku yang begitu perhatian terhadap kehidupan cintaku
kamu tidak memaksaku untuk mempercayainya
tapi pembicaraan ini membuka kisah cinta yang tak pernah aku bagi
orang lama yang sudah kulupakan
orang baru yang saat ini mungkin kuinginkan
yang bahkan namanya saja terlalu sulit untuk aku ingat
;)
menanyakan kehidupan cintaku yang telah lalu
mencari tahu kenapa aku masih saja sendiri
"apakah kamu pernah punya masalah dengan orang sunda?"
aku terhenyak
tidak pernah sekalipun aku berbagi kisah cintaku dengan kakakku
tidak juga berbagi dengan banyak teman kehidupan cintaku
"menurut penerawangan xxxxx ada yang tidak suka sama kamu sehingga sampai saat ini kamu belum juga menikah"
aku tergelak
sedikitpun tidak pernah terlintas ada orang yang menjahatiku
tidak juga dia dari masa laluku
jika ada yang jahat tentunya orang itu adalah suami teman kostan dulu
yang selalu mengirimiku sms cinta
TIDAK
AKU
TIDAK MAU
MEMPERCAYAINYA
terimakasih kakakku yang begitu perhatian terhadap kehidupan cintaku
kamu tidak memaksaku untuk mempercayainya
tapi pembicaraan ini membuka kisah cinta yang tak pernah aku bagi
orang lama yang sudah kulupakan
orang baru yang saat ini mungkin kuinginkan
yang bahkan namanya saja terlalu sulit untuk aku ingat
;)
Monday, October 29, 2007
bahkan setelah 11 tahun
Ahh kalo kamu pasti karena terlalu banyak memilih, dari dulu kan seleranya tinggi. Mana mau kamu sama yang biasa-biasa aja. Sekarang jujur aja yah mumpung dah pada tua, waktu sekolah dulu kamu tuh sombong banget!
Bahkan setelah 11 tahun kita tidak bertemu
kamu masih orang yang aku kenal
selalu mengatakan hal yang menyakitkanku
pernahkah dalam sedikit kebersamaan kita
kamu mengatakan hal yang manis untukku?
Kamu adalah bayangan diriku dalam cermin
Aku adalah bayangan dirimu dalam cermin
Kita begitu sama dalam semua
kecuali dalam cinta
Aku mencintaimu dengan menjaga jarak terhadapmu
Kamu mencintaku dengan berkata buruk tentangku
Setelah 11 tahun kita berpisah
bisakah kita berbincang tanpa saling menyakiti?
Bahkan setelah 11 tahun kita tidak bertemu
kamu masih orang yang aku kenal
selalu mengatakan hal yang menyakitkanku
pernahkah dalam sedikit kebersamaan kita
kamu mengatakan hal yang manis untukku?
Kamu adalah bayangan diriku dalam cermin
Aku adalah bayangan dirimu dalam cermin
Kita begitu sama dalam semua
kecuali dalam cinta
Aku mencintaimu dengan menjaga jarak terhadapmu
Kamu mencintaku dengan berkata buruk tentangku
Setelah 11 tahun kita berpisah
bisakah kita berbincang tanpa saling menyakiti?
Monday, September 3, 2007
terimakasih atas penghinaanmu
Mungkin inilah mengapa ENGKAU tak mengijinkannya masuk dalam mimpiku
Mungkin inilah jawaban yang seharusnya aku mengerti dari petunjuk-MU
kami telah bertemu secara langsung
berbincang sedikit tentang keluarga dan temanmu
hingga kemudian kamu berlalu menuju rumah sakit
dan itulah akhir pertemuan kita
dan itulah akhir kebersamaan kita
tanpa salam perpisahan
tanpa ucapan selamat tinggal
tanpa ada kata..
"ternyata kamu benar seperti apa yang kamu ceritakan selama ini
ternyata harapanku terlalu berlebihan kepadamu
ternyata aku tidak mencintaimu
ternyata kamu bukanlah istri yang aku inginkan"
dihadapan sahabatku
tidak ada setetespun airmata yang kutumpahkan
tidak ada kalimat penyesalan yang kuucapkan
aku tetap tegar seperti biasa... I'm Okay ;)
didalam bus yang melaju kencang
airmata ini mengalir tak terbendung
setiap Lara Fabian memasuk refrain La Letre
penyesalan memuncak tanpa terucap
Dear fahmi,
aku tidak akan pernah terpuruk karena hal ini
airmata ini bukanlah kesedihan atas kehilanganmu
aku menangis karena penghinaanmu
seandainya semua sms-mu aku bukukan
seandainya semua telfon-mu aku abadikan
maka itu akan menjadi textbook seorang pengembara cinta
mungkin itu adalah jurus yang kau praktekkan selama ini
semua ini hanya lelucon untukmu
dan aku membuang waktuku 2 minggu ini untuk memikirkannya dengan serius
Dear fahmi,
jika kamu bertemu kembali dengan seorang wanita
jangan katakan kamu telah mempermainkan 21 orang wanita
ingatlah...
I'm Not Your Woman Yet
Mungkin inilah jawaban yang seharusnya aku mengerti dari petunjuk-MU
kami telah bertemu secara langsung
berbincang sedikit tentang keluarga dan temanmu
hingga kemudian kamu berlalu menuju rumah sakit
dan itulah akhir pertemuan kita
dan itulah akhir kebersamaan kita
tanpa salam perpisahan
tanpa ucapan selamat tinggal
tanpa ada kata..
"ternyata kamu benar seperti apa yang kamu ceritakan selama ini
ternyata harapanku terlalu berlebihan kepadamu
ternyata aku tidak mencintaimu
ternyata kamu bukanlah istri yang aku inginkan"
dihadapan sahabatku
tidak ada setetespun airmata yang kutumpahkan
tidak ada kalimat penyesalan yang kuucapkan
aku tetap tegar seperti biasa... I'm Okay ;)
didalam bus yang melaju kencang
airmata ini mengalir tak terbendung
setiap Lara Fabian memasuk refrain La Letre
penyesalan memuncak tanpa terucap
Dear fahmi,
aku tidak akan pernah terpuruk karena hal ini
airmata ini bukanlah kesedihan atas kehilanganmu
aku menangis karena penghinaanmu
seandainya semua sms-mu aku bukukan
seandainya semua telfon-mu aku abadikan
maka itu akan menjadi textbook seorang pengembara cinta
mungkin itu adalah jurus yang kau praktekkan selama ini
semua ini hanya lelucon untukmu
dan aku membuang waktuku 2 minggu ini untuk memikirkannya dengan serius
Dear fahmi,
jika kamu bertemu kembali dengan seorang wanita
jangan katakan kamu telah mempermainkan 21 orang wanita
ingatlah...
I'm Not Your Woman Yet
Saturday, September 1, 2007
aku bertanya kepada-MU (lagi)
menyusuri jalan tanpa peduli apapun yang akan terjadi
menempuh alur tanpa peduli apakah benar atau salah
tidak mau bertanya
tidak mau meminta pertolongan
Marah!
Aku marah kepada-MU
sejak kemarahan itu.......... pernahkah KAU dengar permohonan untuk diriku?
aku telah melupakan harapanku
aku telah membunuh mimpiku
Terlalu lelah berharap
Tak mau berharap
Tak ada harapan
namun aku kembali lagi
kembali melakukan kebodohan yang sama
menanyakan lagi arah mana yang musti aku pilih
bergantung lagi kepada-MU untuk hal yang tidak aku tahu
karena Engkau Yang Maha Tahu sedangkan aku tidak
karena Engkau Yang Maha Kuasa sedangkan aku tidak
dan kembali lagi.... Engkau hanya diam...
mungkin aku terlalu tuli untuk mendengar-MU
mungkin aku terlalu buta untuk melihat petunjuk-MU
mungkin hatiku terlalu dingin untuk merasakan kehangatan kasih-MU
mungkin qalbuku terlalu gelap untuk Kau sinari
tapi aku masih kembali disini
kembali aku bertanya kepada-MU
sudikah untuk kali ini Kau menjawabnya???
menempuh alur tanpa peduli apakah benar atau salah
tidak mau bertanya
tidak mau meminta pertolongan
Marah!
Aku marah kepada-MU
sejak kemarahan itu.......... pernahkah KAU dengar permohonan untuk diriku?
aku telah melupakan harapanku
aku telah membunuh mimpiku
Terlalu lelah berharap
Tak mau berharap
Tak ada harapan
namun aku kembali lagi
kembali melakukan kebodohan yang sama
menanyakan lagi arah mana yang musti aku pilih
bergantung lagi kepada-MU untuk hal yang tidak aku tahu
karena Engkau Yang Maha Tahu sedangkan aku tidak
karena Engkau Yang Maha Kuasa sedangkan aku tidak
dan kembali lagi.... Engkau hanya diam...
mungkin aku terlalu tuli untuk mendengar-MU
mungkin aku terlalu buta untuk melihat petunjuk-MU
mungkin hatiku terlalu dingin untuk merasakan kehangatan kasih-MU
mungkin qalbuku terlalu gelap untuk Kau sinari
tapi aku masih kembali disini
kembali aku bertanya kepada-MU
sudikah untuk kali ini Kau menjawabnya???
Subscribe to:
Posts (Atom)
